Nitamansari Maranatha Damanik - PLT Pemimpin Cabang
Merefleksikan lagi panggilan Tuhan kepada Yosua dalam Yosua pasal 1 ketika Tuhan memanggil nya untuk melanjutkan kepemimpinan Musa, Tuhan memberikan perintah sekaligus peringatan: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.” Kalimat ini muncul empat kali di awal pelayanan Yosua. Ketika membaca dan merefleksikan ulang bagian itu di masa saya sekarang ini membuat saya ingin menitikkan air mata, karena ada kegentaran yang saya hadapi di diri saya dalam menjalankan peran yang Tuhan percayakan saat ini. Namun, di waktu yang sama, saya kembali diyakinkan dan diteguhkan bahwa Tuhan tidak meninggalkan saya. Saya bersyukur untuk setiap proses pembelajaran yang Tuhan izinkan sampai saat ini. Penyertaan Tuhan sungguh saya alami melalui orang-orang yang Ia hadirkan untuk menemani dan mendampingi proses-proses tersebut.
Memasuki semester baru, saya juga bersyukur dapat kembali bertemu dan berdinamika dengan adik-adik mahasiswa. Secara khusus, saya bersyukur KTB baru bersama adik-adik di PMK FISIPOL UGM akhirnya dapat berjalan secara langsung. Saya berdoa agar melalui KTB ini terjadi transformasi hidup, bukan hanya bagi kami, tetapi juga bagi mahasiswa lain yang perlu dijangkau dan mengalami Allah. Di tengah kesibukan studi dan berbagai tantangan, kiranya saya dan adik-adik terus belajar untuk konsisten, berkomitmen, dan memberi diri serta waktu untuk bertumbuh bersama.
Kiranya saya juga terus melangkah mengerjakan setiap peran-peran itu dengan hati yang diteguhkan, percaya bahwa Tuhan yang akan bersama mengiringi perjalanan saya.
Priscilla Rosty Sukmono - Staf Pelayanan Siswa
Puji Tuhan! Saya bersyukur untuk proses peneguhan janji Psikolog yang boleh terlaksana di tanggal 13 Agustus lalu. Terima kasih untuk dukungan dari Kakak dan Rekan selama saya studi hingga sekarang. Saya bersyukur juga untuk keluarga yang boleh mendampingi dan turut merayakan sukacita akan penyertaan Tuhan selama studi saya di Bandung. Kiranya peran ini bisa menjadi berkat bagi sesama lebih luas lagi. Doakan untuk proses saya bisa mengimplementasikan hasil studi saya ke dalam pelayanan pemuridan. Di waktu yang sama saya juga sedang mendoakan terkait keterlibatan saya dalam praktik profesional saya di luar. Doakan agar saya bisa menemukan platform yang tepat untuk hal ini.
Bersyukur di tanggal 29-30 Agustus kemarin juga boleh mengadakan TPS Gathering dengan teman-teman TPS dan beberapa alumni TPS. Momen itu menjadi ruang untuk kami makin mengenal ladang dan sesama kami. Doakan agar “bunga api" yang boleh terpantik di momen itu boleh tetap terjaga dan dibawa ke dalam pelayanan kami selanjutnya. Doakan untuk momen retreat penjangkauan siswa yang rencana akan dilaksanakan di tanggal 26-27 September. Doakan hadir adik-adik siswa yang mau dibina di dalam proses pemuridan sehingga semakin banyak siswa yang boleh bertumbuh semakin serupa Kristus. Doakan pula untuk kesiapan dari kakak-kakak pemimpin dan TPS dalam menyambut dan menjangkau siswa-siswa tersebut.
Hal lain, doakan juga untuk keterlibatan saya di dalam Tim Kerja Pelayanan Siswa Nasional bersama dengan Kak Respati (Staf Jember), Bang Benyaris (Staf Sidikalang), dan Ribka (Staf Jakarta) mulai bulan September 2026 selama 2 tahun ke depan. Doakan agar keterlibatan ini memberikan ruang belajar sekaligus kesempatan untuk membagikan semangat pelayanan siswa di daerah (termasuk Jogja). Terima kasih banyak sudah mendukung dalam doa.
Dwi Krisnawati - Asisten Staf Pelayanan Siswa
Bersyukur melewati bulan Agustus dengan sukacita karena Tuhan memberikan kesempatan untuk mencoba berbagai hal baru dan mulai memberi perhatian lebih pada detail-detail pelayanan siswa, khususnya dalam mempersiapkan penjangkauan. Di tengah proses tersebut, Tuhan juga memberikan ruang untuk kembali menikmati kebersamaan bersama Tim Pembimbing Siswa melalui TPS Gathering.
Saya bersyukur karena Tuhan menyegarkan saya dengan cara yang sederhana di tengah padatnya pikiran dan berbagai persiapan pelayanan. Mengawali bulan Agustus dengan mendaki Gunung Prau menjadi salah satu kesempatan untuk berhenti sejenak, beristirahat dari penat, sekaligus menikmati kebersamaan dan kehadiran Tuhan melalui hal-hal sederhana. Momen tersebut menolong saya kembali mendapatkan ruang untuk bernapas dan melanjutkan pelayanan dengan hati yang lebih segar.
Bersyukur juga untuk proses mempersiapkan penjangkauan bersama tim. Melalui TPS Gathering di Gunungkidul, Tuhan memberikan ruang bagi kami untuk kembali membangun kebersamaan sekaligus menyamakan cara pandang mengenai penjangkauan dan pemuridan. Dalam kesempatan membawakan sesi tentang penjangkauan dan pemuridan, justru saya sendiri kembali ditegur dan disegarkan oleh kebenaran bahwa Allah adalah Allah yang menjangkau dan mencari manusia terlebih dahulu.
Perenungan ini membawa saya melihat kembali beberapa kisah dalam Alkitab: ketika Allah mencari Adam setelah manusia jatuh ke dalam dosa, ketika Yesus menghampiri Zakheus, dan ketika Yesus menyapa perempuan Samaria. Dari ketiga kisah tersebut, saya kembali melihat karakter Allah yang aktif mencari dan menjangkau manusia di tengah keberdosaannya. Kesadaran ini mengingatkan saya bahwa dalam menjalankan penjangkauan, baik staff maupun TPS tidak pernah berjalan sendirian. Allah sendiri adalah Pribadi yang terlebih dahulu bekerja dan menjangkau.
Karakter Allah yang mencari dan menjangkau inilah yang kiranya terus menjadi teladan sekaligus spirit bagi kami sebagai TPS. Penjangkauan bukan semata-mata usaha kami untuk mencari siswa, tetapi sebuah respon terhadap Allah yang terlebih dahulu mencari dan mengasihi mereka. Karena itu, saya bersyukur melalui TPS Gathering ini Tuhan kembali menyegarkan semangat kami untuk menjalani panggilan penjangkauan dan pemuridan.
Bersyukur juga untuk kesempatan memperkenalkan pelayanan siswa kepada adik-adik C-TPS, sekaligus menolong para TPS melihat kembali gambaran besar pelayanan siswa dan bagaimana Perkantas terus merawat visi pelayanan ini. Kiranya proses ini menolong kami untuk melangkah dengan cara pandang yang semakin selaras, sehingga ketika memasuki masa penjangkauan, kami dapat menjangkau dan memuridkan dengan hati, visi, dan semangat yang semakin utuh.
Pokok Doa
Mertin Novalista Ndapamerang - Asisten Staf Pelayanan Mahasiswa
Bulan Agustus telah berlalu, dan saya bersyukur karena di balik segala dinamika yang terjadi, saya semakin menyadari bahwa Tuhan terus memampukan dan menganugerahkan sesuatu yang membuat saya tetap berada dalam dekapan-Nya. Setiap hari yang dijalani terasa seperti pengingat bahwa saya tidak pernah berjalan sendirian, dan itu adalah anugerah yang sungguh baik.
Saya bersyukur untuk rangkaian pra-HDPN dan HDPN (Hari Doa & Puasa Nasional) yang telah terlaksana. Bukan hanya karena kegiatannya yang berjalan, tetapi terutama karena dinamika yang terjadi di dalamnya baik dengan kakak-kakak maupun dengan adik-adik. Saya berdoa kiranya seluruh rangkaian HDPN ini bukan sekadar terlalui begitu saja, tetapi menjadi sesuatu yang menggerakkan kita semua untuk lebih peka terhadap sesama dan lingkungan sekitar, membawa dampak yang nyata dalam cara kita hidup dan melayani.
Bulan ini juga saya syukuri karena menjadi bulan yang cukup rutin untuk bertemu dalam KTB bersama dua orang adik. Meskipun sedang dalam masa libur, ritme mereka ternyata tetap padat, ada yang harus membagi waktu dengan keluarga, ada pula yang terlibat dalam berbagai kegiatan kampus. Namun di tengah kesibukan itu, saya benar-benar bersyukur karena mereka tetap memiliki kerinduan untuk mencari waktu bersama, bertemu, dan belajar bersama. Ketaatan kecil inilah yang saya lihat sebagai buah yang baik.
Agustus pun ditutup dengan sebuah renungan bagi saya, yaitu tentang genap satu tahun saya berada di Perkantas Jogja. Saya bersyukur untuk setiap dinamika yang telah dilalui, semuanya membentuk saya menjadi pribadi yang berbeda dari setahun yang lalu. Tetapi di tengah rasa syukur itu, muncul satu pertanyaan refleksi, yaitu apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dari diri saya secara pribadi? Bukan sekadar bekerja dan melayani dari apa yang saya terima, saya dengar, dan saya lihat saja. Tetapi dari apa yang benar-benar Tuhan taruh dalam hati saya, dari panggilan yang paling dalam yang mungkin selama ini belum saya lihat seutuhnya. Saya menyadari ini bukan pertanyaan yang cukup dijawab sekali, tetapi pertanyaan yang perlu terus saya tanyakan dalam setiap apa yang saya kerjakan.
Namun di bulan yang sama, Tuhan memberi saya sesuatu yang menjadi jawaban atas pergumulan refleksi itu. Saya mulai mengerti bahwa Dia menginginkan saya untuk melakukan segala sesuatu dengan segenap hati, bukan setengah-setengah, bukan sekedar rutinitas, tetapi melakukan segala hal dengan utuh kepada Tuhan, sebagai bentuk pengabdian yang sungguh-sungguh. Saya belajar bahwa ada hal-hal yang masih bisa saya usahakan sebagai manusia, dan itu bukanlah kesombongan, melainkan bentuk tanggung jawab atas anugerah yang telah diberikan. Saya berdoa kiranya ketaatan dan ketekunan selalu Tuhan berikan untuk memaknai hal-hal ini dalam apapun yang saya lakukan kedepannya.
Memasuki bulan September, saya juga memohon doa untuk penjangkauan yang akan kami lakukan. Kiranya setiap dari kami siap menyambut adik-adik baru dengan hati yang terbuka. Doakan juga agar kami dimampukan untuk memuridkan mereka, bukan hanya sekedar menerima mereka masuk, tetapi benar-benar menuntun mereka bertumbuh dalam iman. Dan untuk para mahasiswa baru, berdoa kiranya Tuhan menggerakkan hati mereka dan memberikan kerinduan untuk bertumbuh bersama kami.
Johan Andreas Santoso - Staf Pelayanan Alumni & Medis
Shalom, Kakak dan Rekan. Terima kasih sudah terus menjadi rekan pendoa dan pemerhati bagi saya dan keluarga, juga pelayanan kami. Sebulan kedua di peran baru di pelayanan nasional telah membawa saya kepada banyak hal baru, atau yang ada di tingkatan yang berbeda dibanding sebelumnya. Terlibat dalam seremoni di kamp nasional, pelantikan pengurus atau tim pelayanan nasional, melakukan perjalanan pelayanan ke kota atau pulau lain adalah seperti kelaziman baru yang saya masih terus beradaptasi kepadanya. Banyak percakapan dan rapat yang sekarang menuntut postur dan konsentrasi yang berbeda. Ketegangan dan konflik yang tidak nampak jelas di hadapan publik juga mulai saya lihat secara lebih dekat. Berjalan melalui semua itu, saya merasakan bahwa doa Kakak dan Rekan memberikan topangan yang nyata.
Di bulan Agustus lalu, di pelayanan alumni di Jogja, kami telah memulai kembali inisiatif untuk memberikan ruang persahabatan dan pertumbuhan bersama bagi rekan-rekan alumni yang telah berpasangan dan telah menjadi orang tua. Saya bersyukur, di tengah pergulatan nyata untuk mengatur waktu, beban tanggung jawab dan berbagai peran, komunitas yang kecil ini memulai dengan pertanyaan “mengapa kami mau mengupayakan ini bersama-sama" dan itu telah memberikan energi yang cukup untuk masa awal ini. Kami menatap pada pertemuan kedua di bulan September ini dengan berharap ada beberapa pasangan lagi yang juga akan memilih untuk berjalan bersama.
Percakapan dengan beberapa rekan lintas lembaga pelayanan mahasiswa di bulan lalu telah mewujud dalam rupa pertemuan bersama untuk belajar (kembali) topik Teologi Kerja. Bagian sebagian, ini adalah kesempatan menyegarkan kembali apa yang sudah dipelajari dan dihidupi selama ini. Bagi sebagian lainnya, topik ini adalah baru. Kami berencana melanjutkan pembelajaran bersama ini beberapa waktu ke depan sambil terus mendoakan dan mempertimbangkan kemungkinan bersinergi bagi memperlengkapi (pra-)alumni lebih luas dan lebih kuat.
Waktu menuliskan sharing ini, saya juga sedang ikut menyiapkan diri untuk berjumpa dengan rekan-rekan baru (para mahasiswa baru, baik di jenjang S1 maupun paskasarjana) yang akan kami sambut di Welcoming Fellowship 2026. Saya telah menjalin percakapan via WA dengan sebagian mereka yang memang secara khusus ditugaskan kepada saya untuk menjangkaunya. Saya juga tak lupa menyambut kembali adik-adik KTB yang sudah kembali ke Jogja baik dari liburan maupun KKNnya dan sedang berupaya untuk bersama-sama menemukan kembali ritme pertemuan kami di semester ini.
Pokok Doa:
Sumarni - Staf Pelayanan Pendukung
Agustus, akhirnya terlewati. Ada bulan-bulan yang terasa begitu cepat karena kesibukan, tetapi Agustus kali ini terasa panjang. Berita tentang bangsa ini datang silih berganti seperti bencana, kebakaran hutan, anak-anak yang keracunan, korupsi, dan berbagai persoalan lainnya. Melihat begitu banyak hal yang terjadi, termasuk bagaimana pemerintah merespon berbagai persoalan tersebut, seringkali membuat hati marah, sedih, sekaligus lelah.
Aku bersyukur bisa mengikuti Hari Doa & Puasa Nasional (HDPN), yang kembali mengingatkanku bahwa rasa lelah bukan alasan untuk berhenti peduli. Kalau tidak banyak yang bisa kulakukan, setidaknya aku bisa terus membawa bangsa ini dalam doa dan mengerjakan bagian kecil yang Tuhan percayakan.
Bersyukur juga untuk KTB dengan empat adik yang sudah menyelesaikan studi S2. Kami belajar dari perempuan Kanaan bahwa iman bukan tentang membuat Tuhan mengikuti keinginan kita, tetapi tetap datang kepadaNya, bahkan ketika kita belum mengerti. Ini yang perlu saya lakukan untuk tetap datang, tetap percaya, tetap berharap, dan tetap mengerjakan bagianku.
Memasuki September, ikut merasakan semangat penjangkauan siswa dan mahasiswa, kiranya banyak anak muda yang dijangkau dan mengalami kasih Tuhan. Berdoa untuk kebutuhan dana pelayanan setiap bulan, kiranya Tuhan mencukupkan melalui berbagai cara. Beberapa proyek usaha dana sedang dikerjakan, kiranya mendapat respon baik dari Kakak dan Rekan yang ingin mengambil bagian. Doakan juga pengembangan perpustakaan, agar setiap prosesnya dapat berjalan dengan baik dan menjadi ruang untuk bertumbuh.
Nindya Elfira - Staf Pelayanan Pendukung
Selama kurang lebih sebulan kemarin di bulan Agustus saya mempersiapkan diri untuk Orientasi Staf Pelayanan Pendukung (OSSP) dengan tugasnya membaca dua judul buku yang sudah ditentukan dan bible reading. Sebulan seperti mengubah ritme harian saya untuk dengan rutin membaca satu-dua bab buku dan 2-3 pasal bagian kitab yang saya pilih. Sebagai Staf Pelayanan Pendukung (SPP) di bagian kantor , hal ini jarang sekali saya lakukan dengan sengaja secara rutin, melalui persiapan OSPP saya akhirnya harus menyediakan waktu untuk saya belajar dan berefleksi. Saya akan mengikuti OSSP pada tanggal 7-11 September (kelas daring) dan 14-18 Agustus di Lembang (kelas luring). Mohon dukungan doa untuk saya bisa mempersiapkan, mengikuti dan nantinya bertemu dengan rekan staf SPP lainnya bisa membangun dinamika bersama yang baik. Doakan juga untuk kondisi alam berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan erupsi gunung anak Krakatau yang telah terjadi, memungkinkan terganggunya perjalanan transportasi udara bagi rekan staf dari luar jawa, agar kondisi tetap aman di waktu-waktu kami akan menuju Jakarta dulu untuk memulai pertemuan luringnya.
Ada kesempatan juga untuk bertemu dengan beberapa alumni Perkantas Jogja, saya berjumpa melalui Sarasehan Alumni yang diadakan oleh KKA Gama dan lembaga pelayanan yang ada di Jogja. Saya bersyukur dengan topik Teologi Kerja di pertemuan itu, topik itu sudah beberapa kali saya ikuti memang (di pertemuan yang berbeda sebelumnya). Namun tentu ada detail-detail tambahan yang semakin membuat saya semakin paham topik itu.
Saya mungkin akan membawa tema bulan September ini dengan ‘belajar’, menarik sejenak rutinitas sebagai SPP dan menikmati waktu untuk menambah pengetahuan yang baru untuk menolong saya menguatkan dan memperteguh ada di peran SPP. Saya juga berusaha untuk bisa mengatur pekerjaan kantor agar tetap berjalan sesuai timeline dan saya tetap bisa mengikuti OSSP.
Dapatkan notifikasi konten dan bahan pembinaan terbaru dari Perkantas Yogyakarta langsung ke email kamu.
Tidak ada spam. Berhenti berlangganan kapan saja.